Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Selalu Ada Kesempatan Untuk Lebih Baik (Edisi Parenting)

Selalu Ada Kesempatan Untuk Lebih Baik (Edisi Parenting)

Oleh : Ummu TrioF

Tulisan ini terinspirasi setelah mengikuti kelas parenting semalam dikelas online #BundaBahagiaBatch3, yang diadakan oleh Mba2 Dokter Kembar, mba dr. Yumna dan mba dr. Dana Farah, awalnya saya fikir mereka kembaer, seperti kembar pada umumnya, tapi lamat lamat saya bolak balik memperhatikan foto-foto mereka, ahhh rasanya mereka tidak identik, heheh. Nah nanti setelah ikut kelas mereka, baru tahu deh filosofinya, sehingga mereka bisa diidentikkan dengan kata ‘kembar’. Merasa beruntung karena bisa menjadi satu dari sekitar 248 peserta dari berbagai wailayah di Indonesia dan juga mancanegara, mendapatkan ilmu yang sangat menginspirasi untuk bisa menjadi seorang ibu yang lebih baik lagi ke depannya, semoga Allah membalas dengan kebaikanya yang banyak buat mba Dokter Kembar, jazakumullah Khairan Katsiran wabarakallahu lakuma...

Menjadi Bunda yang Bahagia

Sebuah tagline yang menarik  bagi saya, tentang menjadi seorang #BundaBahagia, lalu timbul pertanyaan di dalam benak diri sendiri, apakah saya sudah menjadi seorang bunda yang bahagia ? sejauh mana saya sudah bahagia menjadi seorang bunda? Atau hal apa yang telah saya lakukan untuk menjadi seorang bunda yang bahagia?. Terlihat sederhana mungkin, namun untuk menjawab pertanyaan pertanyaan diatas tentu membuthkan sebuah proses dan banyak “rule”.

Menjadi seorang bunda yang bahagia, tentu akan sangat berkorelasi dengan pola pengasuhan dan pendidikan anak, sudah banyak ilmu parenting yang membahas hal tersebut, tinggal bagaimana kita mampu mengaplikasikan dan menerapkannya dalam pola asuh dan pola didik untuk anak anak kita. Mengemban profesi sebagai seorang ibu, adalah tugas yang mulia, mood seorang ibu seringkali mempengaruhi suasana keluarga.  Perasaan gembira dan enerjik yang dimiliki oleh seorang ibu yang bahagia maka akan menular kepada anak anak dan anggota keluarga lainnya. Meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time) bisa menjadi salah satu faktor untuk menjadi ibu bahagia, selau berfikiran positif, melakukan hal hal yang bisa menambah wawasan, misalnya mengikuti kajian, ta’im dan mengikuti  kelompok kelompok halaqoh, intinya apapun itu , selama bisa membuat kita senang , dan bahagia, then do it. Tentu dengan Ridho seorang suami dan senantiasa mengharapkan Ridho Alah.
You have your own choice to make you happy...

Anak yang Bahagia, Lahir dari seorang Ibu yang Bahagia

Begitulah hukum keterkaitan dan kausalitas, bahwa seorang anak yang didik dengan penuh cinta dan rasa bahagia, maka ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang penuh cinta dan bahagia pula, ada feedback di dalamnya, seorang ibu memberikan umpan kepada anak anaknya, dengan pola pengasuhan bahasa cinta, maka seorang anak akan memberikan umpan balik dengan perasaan cinta pula, masya Allah. Dalam mencintai, maka perasaan cinta itu harus sering sering diungkapkan , begitupun kepada anak anak kita, “bunda...seberapa sering perasaan cinta kita ungkapkan kepada anak kita?”sebuah pertanyaan yang dilemparkan di forum kelas parenting semalam, dan pertanyaan itu mebuat saya tertegun,bagaimana tidak, sejauh ini mengungkan bahwa “saya mencintai kalian nak”,dan “saya menyayangi kalian nak” kalimat kalimat itu bisa terlontar dari lisan ini bisa dikatakan jarang,  hanya sesekali saja, sementara teorinya kata kata seperti itu harus selalu diungkapkan setiap saat, tidak susah, gratis pula, tidak bayar,  sebab seorang anak harus mengetahui kalau bunda mereka mencintai mereka, dan itu dimulai dari kata dan bahasa cinta yang terus menerus terulang dari lisan bunda, penuhi tangki mereka dengan cinta.

Diri ini, Selalu Ingin Lebih Baik

Point penting dalam mengasuh dan mendidik anak adalah mengatur emosi, jangan marah, jangan marah dan jangan marah, bahwa soerang ibu harus memiliki modal kesabaran yang banyak dalam mendidik anak anak mereka, karena tak jarang tingkah polah anak-anak sangat menuntut kesabaran besar dari seorang ibu. Jika akhirnya kita tidak mampu mengontrol emosi, maka seringkali anak menjadi tersakiti. Oleh sebab itu kesabaran adalah modal utama yang harus dimiliki seorang ibu. Melatih kesabaran secara terus menerus akan dapat meningkatkan kesabaran yang juga dapat diterapkan dalam cara menjaga keharmonisan rumah tangga dalam islam, Nabi Muhammad Saw. bersabda:

“… barang siapa yang menyabar-nyabarkan diri (berusaha bersabar), maka Allah akan menjadikannya orang yang sabar…” (HR. Bukhari)

Selain itu, seorang ibu juga harus senantiasa melangitkan doa untuk anak anak mereka, dengan doa doa yang baik dan terus menerus maka akan menuntun sang anak kepada jalan yang seharusnya seperti yang kita inginkan. Senantiasa membangun fikiran yang positif, sebab hal itu akan sangat berpengaruh terhadap perilaku di kehidupan sehari-hari. Kesuksesan, keberhasilan, ketenangan hati, dan kesabaran juga didapat dari pikiran yang positif. Pikiran yang positif juga akan selalu menimbulkan sikap optimis. Sikap optimis akan membuat perasaan putus asa sulit untuk mucul. Dengan begitu, kesabaran akan meningkat. Kesabaran itu buahnya manis , seperti apa yang telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra

“ Aku mendengar Rasullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman, Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya.” (HR. Bukhari).

Tulisan ini, sejatinya penginagt buat saya yang masih jauh dan belum maksimal dan mendidik dan membersamai mereka, tapi seorang ibu yang mengemban tugas untuk membesarkan, mendidik dan mengasihi mereka, tentu kayuhan usaha masih terus berproses, begitu juga dengan lantunan doa doa masih terus melangit. Senantiasa memperbaiki diri untuk menjadi seorang ibu yang bahagia, karena diri ini selalu ingin lebih baik lagi, maka tidak ada kata terlambat untuk menjadi seorang ibu yang bahagia dan lebih baik lagi. Semoga bermanfaat! [vm]

Posting Komentar untuk "Selalu Ada Kesempatan Untuk Lebih Baik (Edisi Parenting)"