Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Romantisme dalam Rumah Tangga

Romantisme dalam Rumah Tangga

Oleh : Ummu TrioF

Romantis itu bisa diartikan sebagai sifat mesra atau mengasyikkan. Dalam hubungan rumah tangga, sikap romantis sangat dibutuhkan sebagai upaya merawat jalinan kasih agar didalamnya tercipta keharmonisan, rasa tentram dan memberi rasa nyaman bagi pasangan.

Sudah menjadi pemikiran umum bahwa dalam hubungan yang romantis, wanita lebih mengedepankan emosi dibanding pikiran rasionalnya. Sebaliknya, pria terkesan lebih cuek dan sederhana dalam menjalani suatu hubungan.

Romantisme dan Laki-laki

Sejauh ini, pihak yang paling dituntut untuk selalu romantis adalah dari pihak laki laki, dalam hal ini adalah suami, seorang wanita atau seorang istri sering menuntut suaminya untuk selau bersikap romantis, padahal kenyataanya sangat banyak laki laki yang tidak bisa berlaku romantis, maka timbulah curhatan yang mengatakan bahwa suami saya tidak romantis, suami saya kurang romantis atau statement suami saya tidak bisa romantis dan bla bla bla..

Menurut ahli, teori romantisme itu dulunya muncul sebagai reaksi dari rasionalisme artinya keduanya adalah antitesis. Romantisme lebih menempatkan perasaan (emosi) sebagai unsur utama sedangkan rasionalisme menempatkan akal sebagai unsur paling dominan dalam berekspresi. Ini sangat berbeda dan tentu sangat berlawanan. 

Sementara faktanya memang seorang wanita lebih sering menempatkan perasaan dalam setiap tindakan, dan seorang laki laki lebih mengedepankan rasionalisme dan akal dalam bertindak, dan ini adalah dua hal yang bertolak belakang. Dr. Aisyah Dahlan mengatakan bahwa otak pria itu 99 pikiran dan 1 emosi, sedangkan otak wanita 99 emosi dan 1 pikiran, maka sudah tepat jika laki laki itu memang seharusnya lebih rasional dan wanita memang lebih romantis. Berarti laki laki bukannya tidak ada sisi romantisnya karena masih ada satu emosi romantis di otaknya, hanya perlu selalu dilatih saja, kemungkinan seperti itu.

Romantisnya Rumah Tangga Rasulullah

Rumah tangga kerap dihiasi berbagai macam problema. Tak jarang bahtera rumah tangga hancur karena tak kuat mengatasi ploblem yang ada. Namun, tak sedikit juga yang sanggup melalui segala macam problema dan menggapai kehidupan yang sakinah, mawwadah wa rahmah.Selain, ketentraman, rumah tangga yang sakinah juga dihiasi oleh manisnya kasih sayang dan cinta, seperti kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW serta para sahabatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai teladan utama dan pertama, meskipun memiliki banyak kesibukan dan kepadatan aktifitas sebagai seorang pemimpin sekaligus nabi, beliau tetap bisa menunjukkan sisi romantis dalam rumah tangga beliau dengan berbagai gambaran dan bentuknya. Romantisme yang digambarkan Rasulullah bukan hanya sekedar ungkapan cinta biasa, namun bagaimana cinta itu bisa menghantarkannya kepada cinta Allah SWT.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang romantisme beliau ini dalam berbagai hadits.“Dahulu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersandar di pangkuanku sedang aku dalam kondisi haid, lalu beliau membaca Al-Quran.” (HR. Bukhari; 297, dan Muslim; 301).

Dalam hadits lain, Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakr rahimahullah mengisahkan;

“Dahulu bila Aisyah radhiyallahu ‘anha marah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa memijit hidung Aisyah dan beliau berkata, Wahai Aisyah, bacalah do’a: “Wahai Allah Tuhannya Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni; 455, dha’if).

Meskipun hadits ini dha’if dari segi sanadnya, namun tetap memberikan inspirasi romantisme ukhrawi yang luar biasa. Kala sang istri sedang marah, Rasullullah SAW dengan baik dan bijak mengingatkannya agar berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah.

Benarlah ucapan Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah tatkala berkata, “Ketahuilah, akhlak baik (yang hakiki) kepada wanita (istri) itu bukan dengan berusaha menghilangkan kesulitan / kesedihan dari dirinya, tapi lebih pada bersabar menanggung adanya rasa sedih (dan lelah) yang disebabkan olehnya, serta menahan diri untuk bersabar ketika ia menunjukkan kesalahan dan amarahnya, sebagai bentuk sikap peneladanan kita terhadap akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin: 78-79).

Redaksi lain dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebut;

“Sesungguhnya merupakan orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan paling berlemah lembut terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi; 2612, shahih)

Menciptakan Romantisme Agar Menjadi Habit

Sesungguhnya romantisme terindah tidak hanya terletak pada sisi materi, kata-kata puitis, canda tawa, dan sederet keromantisan duniawi lainnya. Romantisme terindah itu lahir dari keimanan dan ketakwaan yang menghantarkan pada ridho Allah dan keberkahan. Maka, romantisme pasutri itu haruslah berorientasi pada akhirat, sikap taqwa, dan penyucian jiwa (tazkiyatunnafs) baik dengan saling ‘mendendangkan’ doa tatkala berdua, duduk berdua saling mengevaluasi ibadah dan kepribadian, mengerjakan ibadah dan ketaatan tertentu secara bersama-sama, ataupun sisi keromantisan ukhrawi atau agamis lainnya. Ketentraman hati, kedekatan emosional, dan spiritual Islam itulah sejatinya menjadi nutrisi terbaik dan utama untuk hadirnya romantisme terindah.

Membangun romantisme antara suami-istri, perlu adanya kesadaran spiritual bahwa pernikahan merupakan wujud manifestasi cinta karena Allah SWT, cinta karena Allah adalah ruh dari cinta itu sendiri. Sementara nutrisi dari cinta itu akan terwujud dalam ketulusan kepada pasangan. tulus dalam mencinta akan memberikan ketenangan, kebahagiaan, kelapangan jiwa, dan energi itu bisa dirasakan antara suami istri, maka dari situ, lahirlah senyuman, perhatian, dan kasih sayang, cinta karena Allah-lah yang melanggengkan romantisme pasangan suami istri dalam rumah tangga. Jadi, upaya apa sajakah yang sudah kita lakukan untuk menjadi pasangan yang romantis? Dan sudah seberapa romantiskah kita untuk suami atau istri kita? Mari jawab dalam hati masing masing. Semoga bermanfaat!. [vm]

Posting Komentar untuk "Romantisme dalam Rumah Tangga "