Muslimah 'Kuat', Inspirasi Keluaraga yang 'Kuat'


Percaya tidak, kalau kunci kesehatan dipegang oleh kaum perempuan? Kalau tidak percaya, saya coba buat kamu percaya smile emoticon dan yang pasti kamu...iya kamu...muslimah...harus langsung eksekusi untuk menyelenggarakan hidup sehat untuk keluarga dan orang-orang disekitar kamu. Oke, saya jelasin ya...begini...kamu pasti tahu kan peran seorang muslimah yang utama apa? Yap, ummu wa robbatul bait. Ibu dan pengatur rumah tangga. Artinya sosok Ibu Muslimah punya tanggung jawab agar rumah tangganya atau keluarganya hidup sehat alias tidak sakit-sakitan.

“Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya” Al Hadist.

Kita menyadari bahwa tugas kita sebagai wanita muslimah ternyata juga tidak ringan. Bahkan negara menjadi taruhannya. Sebab dari para wanita inilah akan lahir para pemimpin dan penerus bangsa di masa yang akan datang. Yang namanya pemimpin dan penerus bangsa tentu tidak boleh lemah, harus ku at, cerdas dan beriman. Dengan keluarga yang terbiasa hidup sehat InsyaAllah akan menjadi keluarga kuat, keluarga yang siap mengemban amanah dari Allah SWT.

Keluarga yang sehat dan kuat tentu tidak lahir begitu saja, dibutuhkan sebuah pola yang istiqomah untuk dijalankan oleh semua anggta keluarga. Siapa pelopornya? Kamu...iya kamu...muslimah. Bagaimana ya peran Ibu muslimah dalam menjaga kesehatan keluarga? Nah, berikut beberapa pola yang bisa diterapkan sehari-hari:
  1. Biasakan anggota keluarga minum air putih setelah bangun tidur. Seluruh organ tubuh manusia membutuhkan cairan atau air dalam jumlah yang cukup untuk menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan. Waktu terbaik untuk mulai mencukupi kebutuhan air putih adalah pagi hari setelah kita bangun tidur. Manfaat lain minum air putih setelah bangun tidur adalah menyeimbangakan sistem getah bening dan limpa, membersihkan usus, organ ginjal lebih sehat, memperlancar buang air besar, membantu tubuh membentuk sel darah yang baru dan membantu pembentukan sel otot.
  2. Olahraga bersama setiap hari, minimal 20 menit. Buat apa olahraga di tempat lain jika kita sekeluarga bisa melakukannya di rumah. Terlebih jika kita kesulitan untuk menemukan jadwal untuk berolahraga bersama. Kami menyarankan, sebelum sarapan bersama, bangunkan seluruh anggota keluarga untuk sekadar jalan pagi atau berolahraga dengan musik kesukaan bersama. Buatlah agar membuatnya menjadi seperti waktu bersenang-senang bagi seluruh anggota keluarga.
  3. Jangan biarkan anggota keluarga keluar rumah dalam keadaan lapar. Ini adalah salah satu cara agar seluruh anggota keluarga bebas dari risiko obesitas. Jika kita keluar rumah dalam keadaan perut terisi, kita tidak akan kelaparan saat di perjalanan menuju tempat aktivitas. Terutama jika jarak rumah dan tempat tujuan cukup jauh, atau harus berhadapan dengan kemacetan. Rasa lapar akan memicu hormon ghrelin sehingga kita akan makan berlebihan setibanya di tempat tujuan. Plus tubuh membutuhkan 30 menit untuk mengembalikan ghrelin kembali ke level normal. Selama menunggu 30 menit itu, kita akan memakan apa saja untuk memenuhi panggilan rasa lapar. Jadi sebaiknya pergilah dengan keadaan perut terisi. Tapi jika terpaksa, sediakan sekantong kacang-kacangan sebagai camilan sehat di perjalanan. Nah, bagi Ummi semua pastikan anak sudah sarapan sebelum berangkat sekolah dan suami sudah sarapan sebelum bekerja. Sediakan sarapan yang cukup dan berenergi. Jangan lupa selalu sediakan sayur dan buah di pagi hari.
  4. Jadilah "food decider" untuk keluarga kita. Jangan langsung membayangkan kita akan berperan seperti pemimpin yang otoriter, tapi buatlah seluruh anggota keluarga menyukai pilihan makanan yang kita berikan, bagaimana caranya? Jadilah koki untuk keluarga kita. Ini adalah trik merayu sebenarnya. Sebab tanpa sadar, anggota keluarga akan lebih memilih menikmati makanan yang kita buat ketimbang makan di luar. Ketika mereka menyukai makanan rumah, itu artinya segala bahan yang kita pilih benar-benar lulus sensor untuk memenuhi standar kebersihan serta kesehatan. Bagi yang punya anak-anak kecil, kita bisa menjadikan ini cara agar mereka suka buah dan sayur. Sebenarnya membentuk anak yang suka dengan berbagai makanan sehat adalah dari kecil ia terbiasa memakan makanan yang memiliki rasa dasar makanan itu sendiri, tidak terlalu banyak pengolahan, tidak terlalu manis dan gurih. Jangan lupa makan makanan beragam yang alami sangat baik untuk dikenalkan kepada anak sejak dini (sesuai kondisi umur).
  5. Makan malamlah bersama. Sebenarnya duduk dan menikmati makan malam bersama bukanlah sekadar menghabiskan makanan yang disajikan. Lebih dari itu makan malam bersama akan menciptakan ikatan emosi kepada seluruh anggota keluarga. Ini adalah modal kesehatan emosi dan membentuk rasa percaya diri pada anggota keluarga, khususnya anak-anak. Ciptakan suasana yang hangat dan terbuka sehingga ritual makan malam bersama menjadi salah satu cara untuk memiliki waktu berkualitas bersama.
  6. Membacakan Al Qur’an atau cerita sebelum tidur. Bagi kita yang memiliki anak-anak yang masih kecil, membacakan Al Qur’an atau cerita adalah salah satu cara untuk membuat anak rileks menjelang tidur. Hal ini akan menjadi modal anak untuk mendapatkan kualitas tidur terbaik. Biasakan anak memiliki jam dan kualitas tidur yang baik karena jam dan kualitas tidur bisa sangat berpengaruh untuk kesehatan tubuh. Bahkan ketika kita tidak dapat tidur dengan nyenyak, risiko serangan jantung dan stroke akan membayangi kita.
  7. Jadikan anak sebagai "polisi" makanan sehat. Ketika kita mengajak anak untuk menerapkan pola makan sehat, kita harus melibatkan mereka. Caranya, jadikan mereka "polisi" makanan. Jika salah satu anggota keluarga, termasuk orang tua, kedapatan menikmati junk food, maka anak-anak sebagai polisi makanan berhak memberikan sanksi kepada kita. Ini tak hanya membuat anak bagian dari proses kebiasaan sehat, tetapi secara langsung bisa memilih makanan-makanan apa saja yang masuk kategori makanan sehat dan tidak. Dengan demikan, secara sadar mereka akan menerapkan pola makan sehat tanpa merasa dipaksa. [MM]
Penulis : Aqiilah Zahra (Alumnus Ilmu Gizi) [Komunitas Muslimah Kreatif]

Belum ada Komentar untuk "Muslimah 'Kuat', Inspirasi Keluaraga yang 'Kuat'"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel