Solusi Islam: HIV/AIDS tak Sekedar Masalah Medis Tapi Masalah Perilaku (Seks Bebas)


Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia, walaupun sudah diperingati berulang kali di Indonesia, tetap saja angka penderita AIDS terus meningkat di negeri ini. BKKBN melansir data bahwa 46% remaja berusia 15-19 tahun sudah berhubungan seksual. Data Sensus Nasional yang dilansir pada 2014 juga menunjukkan, 48-51% perempuan hamil adalah remaja. Seks pra nikah adalah salah satu pemicu meningkatnya kasus HIV/AIDS. Menurut data dari Kemenkes RI tahun 2014, jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejak pertama kali dilaporkan (tahun 1987). Jumlah kumulatif penderita HIV dari tahun 1987 sampai September 2014 sebanyak 150.296 orang, sedangkan total kumulatif kasus AIDS sebanyak 55.799 orang. Pengidapnya pun beragam pekerjaan, dari anak sekolahan/ mahasiswa, artis, PNS, dll. Kasus penularan HIV/AIDS terbanyak heteroseksual (61,5%), IDU atau jarum suntik (15,2%), homoseksual (2,4%). Sedangkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 3,2 juta jiwa, 75% di antaranya atau 2,5 juta jiwa adalah remaja (Kemenkes RI, 2014).

Tentu saja data diatas ibarat fenomena gunung es, dimana yang terlihat adalah ujungnya atau permukaannya saja, tetapi kenyataannya akan jauh lebih besar dari data tersebut. Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga (RSKI-Unair), Prof Dr Boerhan dr SpA(K) mengatakan bahwa sebagian penyakit infeksi masuk ke dalam program Millenium Development Goals (MDGs). Dan di antaranya yang tertinggi adalah HIV/AIDS, tuberkolosis (TB), dan malaria. “Tiga penyakit tersebut menjadi target dari MDGs, tapi sampai saat ini penanganan dan program mengurangi kasus dan korban penyakit ini belum menunjukkan hasil yang positif,” kata Boerhan seperti yang dilansir Radar Surabaya (Grup JPNN.com), Selasa (3/3/15).

Sampai saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk mengobati penyakit ini, yang ada hanya sekedar menghambat perkembangan virus HIV/AIDS. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah HIV/AIDS bukan hanya sekedar masalah kesehatan/medis yang sangat membahayakan dan mematikan, tetapi juga ini merupakan masalah perilaku seks bebas yang menyertainya. Adapun upaya pemerintah di Indonesia dalam program penanggulangan HIV/AIDS salah satunya adalah kondomisasi, dengan melakukan sosialisasi pemakaian kondom kepada masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa, yang secara langsung maupun tidak langsung mengajarkan kepada masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, bahwa melakukan seks di luar pernikahan itu “legal asal menggunakan kondom”. Padahal, program bagi-bagi kondom gratis tidak lain hanya akan memicu perilaku seks bebas yang semakin marak, ketakwaan yang kian hari menipis, kontrol masyarakat semakin lemah, dan semakin individualistis, kondomisasi juga berarti liberalisasi perzinahan yang akan mendatangkan murka Allah, dan membuat hidup tidak barokah nan jauh dari kemuliaan. Naudzubillah. 

Adapun Islam memberikan tuntunan dalam pengobatan HIV/AIDS baik secara fisik, psikis, dan sosial. Secara fisik melalui medis dan sejenisnya seperti ARV (Antiretroviral), secara psikis melalui taubat, kesabaran, taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak dzikir), dan berdoa, sedangkan secara sosial melalui penerimaan dan dukungan penuh masyarakat terutama keluarga.

Media utama penularan HIV/AIDS adalah seks bebas. Oleh karena itu, pencegahannya harus dengan menghilangkan praktik seks bebas itu sendiri. Dalam hal ini bisa dilakukan melalui pendidikan Islam yang menyeluruh dan komprehensif, dimana setiap individu muslim dipahamkan untuk kembali terikat pada hukum-hukum Islam dalam interaksi sosial (nizhom ijtima’i/aturan sosial). Seks bebas muncul karena maraknya rangsangan-rangsangan syahwat. Untuk itu, segala rangsangan menuju seks bebas harus dihapuskan. Negara wajib melarang pornografi-pornoaksi, tempat prostitusi, tempat hiburan malam dan lokasi maksiat lainnya. Industri hiburan yang menampilkan pornografi dan pornoaksi harus ditutup. Semua harus dikenakan sanksi. Pelaku pornografi dan pornoaksi harus dihukum berat, termasuk perilaku menyimpang seperti LGBT (Lesbain, Gay, Bisexsual dan Transgender). Selain itu Negara juga harus menerapkan hokum Islam seperti larangan berzina bahkan mendekati zina (QS. Al-Isra: 32), larangan khalwat (berdua-duaan laki perempuan bukan mahram, seperti pacaran), larangan ikhtilat (campur baur laki perempuan), selalu menutup aurat, menjaga pandangan (An-Nur: 33), larangan masuk rumah tanpa izin, dll. Sementara itu, kepada pelaku seks bebas, segera jatuhi hukuman setimpal agar jera dan tidak ditiru masyarakat umumnya. Misal pezina dirajam (QS An-Nur: 2), dll. Tak lupa negara wajib mengerahkan segenap kemampuannya untuk membiayai penelitian guna menemukan obat HIV/AIDS. Dengan demikian, diharapkan penderita bisa disembuhkan.

Sadarlah betapa bobroknya kehidupan sekuler saat ini. Apalagi dalam pergaulan lawan jenis yang bebas tanpa batas dan cenderung mengekor budaya Barat juga media massa yang semakin gencar mengopinikan budaya liberal tak lain bertujuan menjauhkan umat Islam dari keterikatan kepada agamanya. Kenikmatan hidup membuat mereka membenci dan menjauhi hukum Islam.

Wahai para pemuda Islam yang peduli dan rindu akan penerapan Islam yang menyeluruh, sudah sepantasnya kita memahami hakikat kita sebagai hamba untuk menghambakan diri hanya kepada-Nya, yaitu dengan menjalankan semua aturan-Nya. Islam adalah solusi tuntas atas berbagai persoalan yang menimpa negeri ini. Islam tidak hanya dien (agama) tapi dengan seperangkat aturan yang sempurna yang berasal dari Sang Pencipta alam raya, manusia, dan kehidupan. Islam mengatur segala aspek kehidupan termasuk di dalamnya pergaulan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan. Jadi jelas, bahwa hanya dengan menegakkan aturan Islamlah HIV/AIDS akan mendapat solusi tuntas dari akar masalahnya-seks bebas-, juga dengan aturan Islamlah negeri ini akan dimuliakan. Allahuakbar. [Riana Annisa Nur Aqidah (Mahasiswa STIKes BK-STF Bandung)] [MM]

Belum ada Komentar untuk "Solusi Islam: HIV/AIDS tak Sekedar Masalah Medis Tapi Masalah Perilaku (Seks Bebas)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel