Tips Agar Persaudaraan (Ukhuwah) Tetap Awet

ilustrasi : credit picture by pixabay.com
Faidah ukhuwah Islamiyah sangatlah besar karena itu Allah pun memberikan kedudukan utama dan mulia serta keutamaan yang banyak bagi mereka yg mau mewujudkannya

Rasulullah salallahu'alaihi wa sallam pernah bercerita: 

Seorang laki-laki berkunjung kepada saudaranya karena Allah. Lalu Allah menyuruh  seorang malaikat unk mengikuti laki-laki itu. Malaikat bertanya 'Mau kemana engkau?', laki-laki itu menjawab 'Aku mau mengunjungi saudaraku, si Fulan'. Malaikat berkata Apakah engkau punya keperluan dengannya?' Laki-laki itu menjawab 'Tidak ada!', Malaikat berkata 'Apakah ada pertalian kerabat antara engkau dan dia?', Laki-laki itu menjawab 'Tidak!', Malaikat berkata 'Barangkali ada satu nikmatnya dgn kunjunganmu kepadanya?', Laki-laki itu menjawa 'Tidak!', Malaikat bertanya 'Kalau  begitu apa keperluanmu?' Laki-laki itu menjawab 'Aku menyenangi dia karena Allah' Malaikat berkata 'Sesungguhnya Allah telah mengutus aku unk menyampaikan berita padamu bahwa Allah mencintaimu karena engkau mencintainya. Maka Allah telah mewajibkan kamu masuk surga (HR Muslim)  

Nah karena ukhuwah begitu besar artinya, pastilah kita ingin mempertahankan ukhuwah itu, karena saat ini banyak sekali antar sesama muslim saling bermusuhan. Disini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari beberapa sumber, yang insyaAllah kalau kita melaksanakan secara ikhlas, persahabatan itu akan tetap terjalin dengan indah. Berikut beberapa tipsnya:

1. Nyatakan rasa cintamu

Seperti dalam Hadist Rasulullah: 

"Apabila seseorang mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mengatakan rasa cintanya kepadanya" (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi) 

2. Saling mendoakan dan memberi dukungan

Orang yang mendoakan saudaranya pun tidak akan rugi karena keutamaan doa itu sendiri akan tetap kembali kepada orang yang mendoakan, seperti dalam sebuah hadist: 

"Tidaklah seorang hamba mukmin berdoa unk saudaranya dari kejauhan, melainkan malaikat berkata 'Dan bagimu seperti itu' " (HR Muslim) 

Dukunglah sahabat kita, karena sahabat sejati selalu saling menyemangati dan 'mendorong' supaya bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Kita merasa turut berbahagia ketika sahabat kita berhasil mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.

Salah satu contoh doa di Alqur’an:

“Musa berdoa: ‘Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang’”. (Qs. Al A’raaf [7]: 151)

3. Saling memberi hadiah 

Pemberian hadiah tidak harus menunggu momen-momen tertentu apalagi dengan momen yang menyerupai orang kafir, seperti ulang tahun. Juga tdk perlu sesuatu yg bernilai finansial tinggi. Yang diukur adalah bukan nilai finansialnya, tapi makna dari pemberian hadiah itu sendiri. 

Pemberian hadiah spt ini akan menumbuhkan perasaan cinta antara pemberi dan yg diberi, Rasulullah bersabda:

"Saling memberi hadiahlah, niscaya kamu akan saling mencintai" (HR Bukhari) 

Jadi pikirkanlah apa yang dapat kita berikan kepada sahabat bukan apa yang dapat kita peroleh dari persahabatan itu. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh  kesenangan, karena jika demikian, kita bukanlah sahabat sejati. Hargailah sahabat  seperti kita ingin dihargai 

4. Melepas kesusahan saudaranya 

Rasulullah bersabda: 

"Barang siapa melepaskan salah satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan salah satu kesusahan hari kiamat darinya. Barang siapa memudahkan orang yang dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya didunia dan akhirat" (HR Muslim)

Jadi jadilah sahabat disaat senang maupun susah. Bergembiralah bersama dia saat dia sedang bergembira namun jangan ada hanya pada saat senang saja. Ketika sahabat kita sedang ditimpa kesusahan atau musibah, berikan mereka perhatian, berikan bantuan semampu kita. Dan sebenarnya yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah sepasang telinga yang simpatik dan yang mau memahami perasaan mereka.

5. Bersedia untuk memaafkan.

Bersedia untuk memaafkan Jangan biarkan 'luka' berkembang menjadi kepahitan karena hal ini akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh sahabat kita dan jangan biarkan luka itu merusak hubungan. 

Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya. Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.

Allah sudah menjelaskan dalam firmannya:

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (Qs. Asy syuura [42]: 40)

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun”. (Qs. Albaqarah [2]: 263)

6. Memenuhi hak sesama muslim 

Yang ini dibagi menjadi 2, hak umum dan hak khusus. 

Hak umum: 

Dikenal melalui hadist yg bersumber dr Abu Hurairah, Rasulullah berkata: 

"Hak muslim atas muslim lainnya ada 6: menjawab salam, menghadiri undangan,  memberi nasehat, mendoakannya bila bersin, menjenguknya bila sakit, dan mengantarkan jenazahnya" (HR Muslim) 

Hak khusus: 

Berinteraksi dalam segala hal 

Mestinya, saudara sesama muslim kita jadikan teman dalam meniti kehidupan beragama kita. Teman dalam suka dan duka, ada rasa saling memiliki dan memahami. Bahkan berusaha unk mementingkan urusan saudaranya dari urusannya sendiri sebagai wujud perngorbanan tulus unk membahagiakan saudaranya. 

Menutup aib 

Aib saudara sesama muslim wajib disimpan demi menjaga kehormatannya. Ini akan terwujud jika ada kesadaran bahwa aib saudaranya seakan-akan aibnya sendiri. Rasulullah bersabda: 

"Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yg lain, kecuali Allah menutupi keburukannya pada hari kiamat" (HR Muslim)

7. Tepati janji

Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan. Allah telah berfirman:

“(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. (Qs. Ali ‘Imran [3]: 76)

8. Jangan mengontrol sahabat.

Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama. Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, sahabat kita itu bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain selain kita. Untuk itu  jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.  

9. Menerima apa adanya.

Menerima apa adanya sahabatmu Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita. Lepaskan hasrat menang sendiri daripada persahabatan kita rusak. 

10. Mencintai dan mengutamakan sahabat.

Dalam persahabatan sesama muslim, Alqur’an mengajarkan mencintai sahabat kita melebihi diri kita sendiri. Hal inipun pernah dicontohkan dalam sejarah, yaitu persahabatan antara kaum Anshor dengan kaum Muhajirun. Seperti juga diceritakan dalam Alqur’an:

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung”. (Qs. Al Hasyr [59]: 9)

Semoga tip-tip diatas bisa bermanfaat untuk semua sahabat muslimku. Dan tentunya tip ini juga bisa kita terapkan untuk suami kita, karena bagaimanapun suami itu adalah sahabat terdekat bagi kita, bahkan melebihi hubungan sebuah persahabatan, karena apapun yang kita lakukan untuk suami kita akan dinilai ibadah oleh Allah SWT, Amiennn. [Ummu Hafizh] [MM] 

Belum ada Komentar untuk "Tips Agar Persaudaraan (Ukhuwah) Tetap Awet"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel