Pentingnya Khusyu' dalam Shalat


Firman Allah swt.

( وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي)
"Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku" (Surat Ta-Ha 14)

ظاهر الأمر الوجوب. و الغفلة تضاد الذكر. فمن غفل في صلاته كيف يكون مقيما لها لذكرهه تعالى.
Perintah yang tampak adalah kewajiban. Dan lalai adalah lawan dari mengingat, sehingga bagi orang yang lalai, bagaimana mungkin dia bisa mengingat Allah ta'ala. 

Sementara Firman Allah yang lain. 

(ولاَ تَكُن من الغافلين)
"Janganlah engkau menjadi orang yang lupa" (Al A'raf 205). 

Sehingga ada di kalangan ulama berpendapat khusyu' adalah suatu kewajiban dalam shalat. Jika seorang hamba tidak khusyu' dalam shalatnya, bukan saja shalat itu itu tidak diterima, namun dia juga berdosa. 

Khusyu' adalah ruh shalat. Jika dia tidak khusyu' shalatnya "mati". Bagaikan jasad tanpa ruh. Jika dalam shalatnya sebagian khusyu' dan sebagian tidak, maka shalatnya "sakit-sakitan". 

Para ulama beragam dalam memberikan penjelasan makna khusyu'. Sebagian ada yang mengatakan khusyu' itu khauf (takut). Ada lagi yang mengatakan tentramnya anggota badan dari gerakan gerakan selain yang diperintahkan dalam shalat. 

Imam al Ghazali menjelaskan bahwa khusyu itu terkumpulnya beberapa hal. 

(1). Hadirnya hati ( حضور القلب )

Maknanya adalah sadar. Dia sadar akan gerakan dan bacaan. Ketika ruku, sadar bahwa dia ruku. Ketika sujud, sadar bahwa ia sedang sejud. Dalam fikiran nya tidak hadir kecuali apa yang dia ucapkan dari lafadz-lafadz dalam shalat. 

(2). Faham bacaan (تفهّم ) 

Faham akan makna yang kita ucapkan. Ketika kita mengucapkan lafadz ( إن صلاتي و نسكي و محياي و مماتي لله رب العالمين). Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. 

(3). Pengagungan (تعظيم )

Membaca doa, terlebih ayat ayat Allah ada rasa pengagungan kepada Allah. Beda seperti saat kita membaca koran atau majalah. Dengan pengagungan tersebut, ada "rasa" dalam bacaan kita. Ada rasa "haibah", kehebatan ketika kita membaca ( الحمد لله رب العالمين), ada rasa " khasyah", takut ketika kita membaca( مالك يوم الدين) ، takut jika kita suatu saat berdiri dihadapan sang penguasa akhirat. Juga ada rasa "raja' ", harapan ketika kita baca (الرحمن الرحيم ), dan juga ada rasa "al haya' ", malu, ketika kita mengucap ( إياك نعبد و إياك نستعين), malu jika kita sering melanggar apa yang kita ucapkan. 

Sehingga, shalat khusyu' ini akan memberikan keuntungan pada pelakunya. Allah memuji hambanya yang khusyu' dalam shalat; 

(ِ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ)
" Sungguh telah beruntung orang orang mukmin itu. Yakni mereka yang dalam shalatnya khusyu"(Surat Al-Mu'minun 1-2)

Indikator khusyunya shalat kita adalah dalam kehidupan keseharian. Bagaimana shalat itu memiliki efek positif dalam perilaku. Rasulullah saw bersabda: 

(من لم ينهه صلاته عن الفحشاء و المنكر يزدد من الله الا بعدا).
"Siapa saja yang shalatnya tidak mencegahnya untuk berbuat keji dan mungkar, tidaklah bertambah di sisi Allah kecuali semakin jauh" (telah dikeluarkan oleh Ali bin Ma'bad dalam Kitab Tha'at dan Maksiat dari Hadits Hasan Mursal dengan sanad yang sahih). 

Sudahkan shalat kita selama ini semakin memperbaiki kualitas amal kita? Sudahkan shalat kita mampu mencegah kita dari berbuat keji dan mungkar ? [Luthfi Hidayat] [MM]

Belum ada Komentar untuk "Pentingnya Khusyu' dalam Shalat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel