Wahai Ibu, Jadilah Sumber Ilmu Bagi Keluargamu


Seorang balita bertanya, ¨Bu kenapa sih nggak boleh main pisau?¨ Ibunya menjawab sekenanya: ¨Pokoknya bahaya, nanti berdarah!¨ Sang anak terlihat cemberut, tak puas dengan jawaban ibu.

Anaknya yang lain, yang sudah kelas V SD bertanya: ¨Bu, bahasa Inggrisnya pelangi apa ya?¨ ¨Rainbow,¨ jawab ibunya.¨Kalau bulan sabit?¨ ¨Halah, cari saja di kamus, ibu kan nggak belajar bahasa Inggris,¨ tukas sang ibu sambil meneruskan kegiatan memasaknya. Adinda diam tak bertanya lagi, tenggelam dengan PR-nya di meja belajar.

Sekelumit contoh di atas harusnya membuat kita sadar, bahwa bagi anak, peran ibu adalah segalanya. Di mata anak, ibu dianggap serba tahu. Ibu pasti bisa menjawab semua rasa penasaran anak. Ya, selain pemberi kasih sayang, penyedia makanan, dan pengurus segala keperluannya, bagi anak ibu adalah sumber pengetahuan.

Sayangnya, justru peran ibu sebagai sumber ilmu ini banyak terabaikan. Ini karena banyak yang menganggap peran ibu itu sepele, mudah dan bisa dilakukan perempuan mana saja. Apalagi mengingat peran ibu itu dikatakan fitrah, pasti nanti juga bisa menjalankannya. Mengalir saja seperti air.

Tentu saja, kalau sekadar menjadi ibu yang melahirkan, membuat anak besar dan setelah itu silakan anak berdikari sendiri, mungkin alamiah. Tapi, menjadi ibu ideal yang mampu melahirkan generasi hebat, tentu bukan perkara mudah. Ibu adalah profesi multifungsi yang membutuhkan multitalenta.

Terlebih jika mengikuti tumbuh kembang buah hati, banyak hal yang juga harus dipelajari sang ibu. Anak-anak sekarang tumbuh sangat pesat, sepesat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan sampai anak lebih canggih dari ibunya. Idealnya, ibu tak boleh kalah pintar dari anak. Ini penting, agar anak tetap respek dan hormat pada sang bunda.  Karena itu, ada beberapa aktivitas yang harus dilakukan sang ibu selain menjalankan tugas-tugas kerumahtanggaan sehari-hari yang memang tak bisa ditinggalkan. Antara lain:

Menuntut Ilmu Islam

Mempelajari agama berlaku sepanjang hayat. Tak ada kata berhenti, mengingat tantangan berupa penggerusan nilai-nilai agama dari ideologi lain demikian derasnya. Ibu harus mampu membandingkan nilai-nilai islami dan bukan, sehingga bisa memahamkan pada anak. Selain itu, agar ibu bisa memantau sejauh mana nilai-nilai Islam telah melekat pada diri anak dan apa saja nilai-nilai ideologi lain yang juga sudah terserap anak. Ini penting agar ibu-anak satu pemahaman.
  
Mempelajari teknik-tekni mengasuh dan mendidik anak tidak ada habisnya. Mulai anak dalam kandungan hingga dewasa butuh ilmu untuk memahami setiap karakter, perilaku dan potensi anak. Ilmu ini penting untuk menghasilkan anak-anak yang berkembang optimal, baik sesuai usia maupun potensinya. Semua itu butuh wawasan sangat luas yang harus terus dipelajari ibu.

Tatabu Berita

Ibu harus memiliki pengetahuan aktual dengan terus tatabu (mengikuti) berita-berita yang menjadi fenomena di masyarakat. Tak sedikit opini-opini tentang keperempuanan dan anak-anak diaruskan oleh media massa. Demikian pula perkembangnya modus-modus kejahatan yang melanda anak, problem-problem sosial, dll yang terkait dengan peran keibuan, penting diakses agar ibu makin cerdas.

Memantau Pelajaran Anak

Kurikulum zaman ibu masih kecil dengan apa yang dipelajari anak saat ini, sudah sangat jauh berbeda. Ibu harus mengintip juga, apa saja yang telah dipelajari anak. Terlebih saat ini tak sedikit muatan pendidikan yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam. Peran ibu untuk ¨membersihkan¨ noda-noda pemahaman anak yang ditanamkan di lingkungan pendidikan yang tidak islami.

Mempelajari Teknologi Informasi

Ibu dituntut agar tidak gagap teknologi. Zaman menuntut ibu untuk kenal internet, facebook, game online, dll, yang saat ini dekat dengan dunia anak. Intinya, ibu harus bergaul pula dengan dunia anak agar bisa mengikuti perkembangan mereka.

Demikianlah, semoga kita terus berpacu untuk meningkatkan diri menjadi ibu yang sarat ilmu. (kholda) [Media Umat] [MM]

Belum ada Komentar untuk "Wahai Ibu, Jadilah Sumber Ilmu Bagi Keluargamu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel